KEAMANAN MANUSIA DI ERA DIGITAL: POTRAIT ANCAMAN BARU YANG TERABAIKAN
- KSM Defensia UPN Veteran Yogyakarta

- 2 days ago
- 3 min read
Oleh : Galuh Nur Azizah

Kemajuan teknologi dan internet memang memberikan banyak kemudahan dalam kehidupan sehari-hari, seperti dalam komunikasi, pendidikan, dan pekerjaan. Namun, di balik manfaat tersebut, muncul berbagai ancaman baru yang sering kurang disadari masyarakat. Ancaman tersebut antara lain kebocoran data pribadi, penyebaran berita hoaks, cyberbullying, hingga dampak ekonomi akibat perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan.
Permasalahan ini menunjukkan bahwa konsep keamanan manusia saat ini tidak hanya berkaitan dengan perang atau ancaman militer, tetapi juga mencakup keamanan pribadi, sosial, mental, dan ekonomi. Karena itu, diperlukan literasi digital, perlindungan data pribadi, serta kesadaran masyarakat dalam menggunakan media sosial dan teknologi secara bijak. Dengan adanya keseimbangan antara perkembangan teknologi dan upaya menjaga keamanan manusia, masyarakat diharapkan dapat hidup lebih aman dan nyaman di era digital.
Perkembangan teknologi digital memang memberi banyak kemudahan dalam kehidupan sehari-hari. Sekarang hampir semua aktivitas bergantung pada internet, mulai dari belajar, bekerja, berkomunikasi, sampai berbelanja. Kehadiran teknologi membuat banyak hal jadi lebih cepat dan praktis. Namun, di balik semua kemudahan tersebut terdapat ancaman yang sering tidak terlalu diperhatikan, yaitu ancaman terhadap keamanan manusia atau human security. Selama ini banyak orang menganggap keamanan hanya berkaitan dengan perang atau konflik antarnegara, faktanya keamanan manusia juga menyangkut rasa aman dalam kehidupan sosial, ekonomi, kesehatan, bahkan kehidupan pribadi.
Di era digital seperti sekarang, ancaman terhadap keamanan manusia tidak selalu datang dalam bentuk kekerasan fisik. Ancaman justru sering hadir dari dunia maya yang setiap hari kita gunakan. Salah satu contohnya adalah kebocoran data pribadi. Banyak orang masih sering sembarangan membagikan informasi pribadi di internet tanpa sadar bahwa data tersebut bisa disalahgunakan. Data pribadi yang bocor dapat digunakan untuk penipuan, pencurian identitas, bahkan tindak kriminal lainnya. Kasus kebocoran data di Indonesia juga semakin sering terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Menurut Kementerian Komunikasi dan Informatika (2022), kebocoran data pribadi dapat berdampak pada rasa aman masyarakat karena data tersebut bisa dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
Selain masalah data pribadi, media sosial juga menjadi tantangan besar bagi keamanan manusia. Sekarang informasi sangat mudah menyebar, tetapi tidak semuanya benar. Banyak orang langsung percaya dan menyebarkan berita tanpa mengecek kebenarannya terlebih dahulu. Akibatnya, hoaks dan ujaran kebencian semakin mudah memicu konflik di masyarakat. Fenomena tersebut cukup berbahaya karena masyarakat jadi mudah terpecah hanya karena informasi yang belum tentu benar. Bahkan dalam beberapa kasus, berita palsu bisa menyebabkan kepanikan dan saling curiga antar kelompok masyarakat.
Lebih lanjut, terdapat ancaman lain yang tergolong sangat genting yakni cyberbullying atau perundungan digital. Fenomena ini sering terjadi di media sosial, terutama di kalangan remaja. Banyak orang merasa bebas menghina atau memberikan komentar kasar karena merasa terlindungi oleh layar ponsel. Padahal, dampaknya bagi korban bisa sangat besar. Tidak sedikit orang yang kehilangan rasa percaya diri, mengalami stres, bahkan depresi karena terus menerima komentar negatif di media sosial. UNICEF (2023) juga menyebutkan bahwa kekerasan digital terhadap anak dan remaja terus meningkat seiring tingginya penggunaan media sosial. Hal ini menunjukkan bahwa keamanan manusia juga berkaitan dengan kesehatan mental, bukan hanya keamanan fisik saja.
Selain itu, perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan juga mulai memengaruhi keamanan ekonomi masyarakat. Banyak pekerjaan perlahan digantikan oleh mesin dan sistem otomatis. Memang teknologi membantu pekerjaan menjadi lebih efisien, tetapi di sisi lain tidak semua orang siap menghadapi perubahan tersebut. Jika masyarakat tidak mampu mengikuti perkembangan teknologi, maka kesenjangan sosial akan semakin besar. Individu yang memiliki kemampuan teknologi akan lebih mudah bertahan, sedangkan yang tidak mampu beradaptasi bisa kehilangan pekerjaan dan mengalami kesulitan ekonomi.
Melihat fenomena tersebut, pemerintah dan masyarakat perlu lebih adaptif dalam memahami ancaman keamanan manusia di era digital. Literasi digital harus lebih ditingkatkan agar masyarakat bisa menggunakan internet dengan lebih bijak. Selain itu, perlindungan data pribadi juga harus diperkuat supaya masyarakat merasa lebih aman saat menggunakan teknologi digital. Di sisi lain, pengguna media sosial juga perlu lebih sadar dalam menjaga etika dan menghargai orang lain di ruang digital.
Pada akhirnya, perkembangan teknologi memang tidak bisa dihentikan karena sudah menjadi bagian dari kehidupan modern. Kemajuan teknologi seharusnya membuat hidup manusia menjadi lebih aman dan nyaman, bukan justru menimbulkan ancaman baru. Karena itu, menjaga keamanan manusia di era digital bukan hanya tugas pemerintah, tetapi juga tanggung jawab semua pengguna teknologi.
Daftar Referensi
UNICEF. (2023). Cyberbullying and online safety for children.
Kementerian Komunikasi dan InformatikaKementerian Komunikasi dan Informatika. (2022). Perlindungan data pribadi di era digital.
United Nations Development ProgrammeUnited Nations Development Programme. (1994). Human development report 1994. United Nations.








Comments