top of page

BURNING BEYOND BORDERS: CANADIAN WILDFIRES 2023 AS THE NEW FACE OF ENVIRONMENTAL SECURITY THREATS

  • Writer: KSM Defensia UPN Veteran Yogyakarta
    KSM Defensia UPN Veteran Yogyakarta
  • Jun 26
  • 3 min read

Oleh: Annisa Risky Wulandari



Kebakaran hutan telah menjadi salah satu tantangan lingkungan global yang semakin mengkhawatirkan di era perubahan iklim. Meningkatnya suhu global, munculnya gelombang panas ekstrem, dan kondisi kekeringan yang berkepanjangan di berbagai daerah di belahan dunia, dapat meningkatkan risiko terjadinya kebakaran hutan di berbagai negara. Dalam hal ini, salah satu kasus sempat menghebohkan publik adalah Canadian wildfires atau kebakaran hutan di Kanada pada tahun 2023, yang telah menghanguskan jutaan hektare lahan, berbagai hewan terancam, ribuan warga negara harus mengungsi, serta menyebabkan polusi udara lintas batas yang berdampak hingga ke New York, Amerika Serikat (VOA Indonesia, 2023). Peristiwa ini menunjukkan bahwa dampak bencana lingkungan tidak lagi terbatas pada wilayah terjadinya bencana, tetapi dapat menyebar dan mempengaruhi masyarakat di berbagai negara sehingga dapat menjadi ancaman keamanan serius di era ini.

Peristiwa Canadian wildfires 2023 tidak hanya menjadi musim kebakaran hutan terbesar dalam sejarah Kanada, tetapi juga menunjukkan bagaimana dampak perubahan iklim dapat berkembang menjadi ancaman yang melampaui batas-batas negara (Jain et al., 2026). Menurut laporan dari pemerintah Kanada, lebih dari 6.000 titik kebakaran terjadi sepanjang tahun 2023 dan membakar sekitar 15 juta hektare lahan, jauh melampaui rata-rata tahunan yang biasanya hanya sekitar 2,5 juta hektare. Kebakaran tersebut terjadi hampir di seluruh wilayah Kanada, mulai dari British Columbia hingga Nova Scotia, sehingga menjadikannya musim kebakaran paling destruktif yang pernah tercatat.

Banyak komunitas dievakuasi dan ratusan ribu warga terdampak akibat penyebaran api yang berlangsung hampir di seluruh wilayah berhutan Kanada. Asap yang dihasilkan dari kebakaran tersebut menyebar hingga lebih dari 1.000 kilometer, mempengaruhi kualitas udara di berbagai wilayah Kanada dan pesisir timur Amerika Serikat, bahkan mencapai kawasan Eropa Barat. Jutaan orang terpapar kualitas udara berbahaya yang meningkatkan risiko gangguan pernapasan dan kesehatan lainnya. Selain itu, aktivitas ekonomi, transportasi, serta kehidupan sosial masyarakat turut mengalami gangguan akibat buruknya kualitas udara dan kondisi darurat yang berkepanjangan.

Dampak kebakaran hutan Kanada 2023 menunjukkan keterkaitan yang erat antara perubahan iklim, keamanan lingkungan, dan human security. Dalam perspektif keamanan non-tradisional, ancaman terhadap keselamatan manusia tidak hanya berasal dari konflik bersenjata, tetapi juga dari degradasi lingkungan yang dapat mengancam kesehatan, kesejahteraan, dan keberlangsungan hidup masyarakat. Asap kebakaran yang mengandung partikel halus (PM2.5) dan berbagai zat berbahaya diketahui meningkatkan risiko penyakit pernapasan, kardiovaskular, hingga kematian dini pada kelompok rentan. Penelitian terbaru bahkan menunjukkan bahwa jutaan penduduk di Kanada dan Amerika Serikat mengalami peningkatan paparan polusi udara akibat kebakaran tersebut, sehingga menimbulkan konsekuensi kesehatan masyarakat yang signifikan (Pye et al., 2025).

Selain dampak kesehatan, kebakaran hutan juga memberikan kontribusi besar terhadap emisi karbon global. Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Nature menemukan bahwa kebakaran hutan Kanada tahun 2023 menghasilkan sekitar 647 teragram karbon, menjadikannya salah satu sumber emisi karbon terbesar yang pernah tercatat dari kebakaran hutan. Jumlah tersebut bahkan sebanding dengan emisi tahunan beberapa negara industri besar. Kondisi ini menciptakan lingkaran umpan balik (feedback loop) di mana perubahan iklim meningkatkan risiko kebakaran, sementara kebakaran yang terjadi semakin memperparah perubahan iklim melalui pelepasan karbon dalam jumlah besar ke atmosfer (Byrne et al., 2024).

Oleh karena itu, Canadian Wildfires 2023 dapat dipahami sebagai bukti bahwa perubahan iklim telah berkembang menjadi isu keamanan global yang membutuhkan perhatian bersama. Dampaknya yang melintasi batas negara, mengancam kesehatan manusia, mengganggu aktivitas ekonomi, serta memperburuk krisis iklim menunjukkan bahwa kebakaran hutan tidak lagi dapat dipandang sebagai persoalan lingkungan domestik semata. Sebaliknya, fenomena ini merupakan ancaman transnasional yang memerlukan kerja sama internasional, penguatan kebijakan mitigasi perubahan iklim, serta peningkatan kapasitas adaptasi dan penanggulangan bencana guna melindungi keamanan dan kesejahteraan manusia di masa depan.


REFERENSI:

Byrne, B., Liu, J., Bowman, K. W., Pascolini-Campbell, M., Chatterjee, A., Pandey, S., Miyazaki, K., van der Werf, G. R., Wunch, D., Wennberg, P. O., Roehl, C. M., et al. (2024). Carbon emissions from the 2023 Canadian wildfires. Nature, 633(8033), 835–839. https://doi.org/10.1038/s41586-024-07878-z 

Jain, P., Wang, X., Flannigan, M. D., Parisien, M.-A., Little, J. M., & Wang, Y. (2024). The unprecedented 2023 wildfire season in Canada. Nature Communications, 15, 7067. https://doi.org/10.1038/s41467-024-51154-7 

Pye, H. O. T., Baker, K. R., Appel, K. W., Burke, J. M., Fann, N., Foley, K. M., Gan, C. M., Henderson, B. H., Koplitz, S. N., Lonsdale, C. R., Seltzer, K. M., Simon, H., Talgo, K. D., & Xing, J. (2025). The risks to human health of air toxics, PM2.5, and ozone from the 2023 Canadian wildfires. Environmental Science & Technology Letters, 12(1), 66–73. https://doi.org/10.1021/acs.estlett.5c01181

VOA Indonesia. (2023, 8 Juni). Gambar satelit: Asap kebakaran hutan Kanada melintasi AS. Voice of America. https://www.voaindonesia.com/a/gambar-satelit-asap-kebakaran-hutan-kanada-melintasi-as/7128108.html


Comments


bottom of page