OPERATION ABSOLUTE RESOLVE: PENANGKAPAN PAKSA NICOLÁS MADURO DAN KRISIS KEDAULATAN VENEZUELA DI AMERIKA LATIN
- KSM Defensia UPN Veteran Yogyakarta

- 4 hours ago
- 3 min read
Oleh: Annisa Auliya Salsabila

Pada dini hari 3 Januari 2026, masyarakat internasional dikejutkan oleh sebuah operasi militer yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya dalam sejarah hubungan internasional modern. Pasukan khusus Amerika Serikat (AS) menyerbu kompleks militer Fuerte Tiuna di Caracas, Venezuela, dan berhasil menangkap paksa Presiden Nicolás Maduro bersama istrinya, Cilia Flores, untuk kemudian dibawa ke New York guna menghadapi persidangan atas tuduhan narkoterorisme. Operasi yang dinamai Operation Absolute Resolve ini sejatinya bukan sekadar tindakan militer semata, melainkan peristiwa besar yang secara langsung menantang prinsip-prinsip fundamental hukum internasional, mengoyak tatanan geopolitik Amerika Latin, dan mempertanyakan relevansi sistem multilateral yang selama puluhan tahun menjadi landasan hubungan antarnegara di dunia.
Untuk memahami operasi ini secara komprehensif, penting menelusuri latar belakang yang melatarbelakanginya. Ketegangan antara Washington dan Caracas semakin memanas sejak September 2025, saat Angkatan Laut AS melancarkan operasi maritim terhadap kapal-kapal yang diduga terlibat penyelundupan narkoba di perairan Venezuela, menewaskan lebih dari 100 orang dalam hitungan bulan. Menurut Martinez (2026), jauh sebelum serangan utama dilancarkan, CIA diam-diam mengirimkan tim kecil ke Venezuela sejak Agustus 2025 untuk mengumpulkan intelijen mendalam terkait pergerakan Maduro, bahkan hingga mengetahui nama-nama hewan peliharaannya. Pasukan elite Delta Force kemudian berlatih intensif berbulan-bulan menggunakan replika lengkap kediaman presiden Venezuela guna memastikan tidak ada celah kesalahan dalam pelaksanaan operasi ini (Nicholas et al., 2026).
Dari sisi taktis, operasi ini memperlihatkan superioritas kapabilitas militer AS yang luar biasa dan belum tertandingi. Mehta (2026) melaporkan bahwa lebih dari 150 pesawat dari 20 pangkalan berbeda diterbangkan secara serentak, meliputi pesawat tempur, pembom siluman, pesawat perang elektronik, hingga helikopter serang, yang semuanya diarahkan ke satu titik sasaran yaitu Caracas. Jenderal Dan Caine selaku Ketua Gabungan Kepala Staf AS menyebut operasi ini sebagai demonstrasi overwhelming force yang hanya mampu dilaksanakan oleh militer AS. Maduro dan istrinya sempat berupaya menyelamatkan diri menuju ruang perlindungan berlapis baja, namun pasukan AS berhasil menggagalkannya (Freeman, 2026).
Di balik keberhasilan taktis tersebut, legitimasi hukum operasi ini justru menjadi perdebatan serius di kalangan akademisi dan praktisi hukum internasional. Pemerintahan Trump membingkai operasi ini sebagai tindakan penegakan hukum domestik berdasarkan dakwaan narkoterorisme federal, bukan tindakan perang konvensional. Schmitt et al. (2026) berargumen bahwa terlepas dari framing tersebut, operasi ini secara objektif telah memicu konflik bersenjata internasional antara AS dan Venezuela, membawa implikasi hukum yang sangat luas mulai dari pelanggaran jus ad bellum, pengabaian hak kedaulatan negara, hingga penyimpangan serius terhadap prinsip non-intervensi yang dijamin Piagam PBB. Tindakan ini meninggalkan jejak berbahaya yang dapat ditiru negara-negara kuat: apabila negara adidaya dapat menangkap kepala negara berdaulat dengan dalih penegakan hukum domestik, maka tidak ada negara kecil yang aman dari ancaman intervensi serupa (Gedan, 2026).
Reaksi komunitas internasional pun sangat tajam dan beragam. Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva menyatakan bahwa operasi ini merupakan penghinaan serius terhadap kedaulatan Venezuela sekaligus tindakan yang dapat membuka pintu bagi pelanggaran serupa terhadap negara-negara berdaulat lainnya di seluruh dunia (Zoledziowski, 2026). Brasil, Kolombia, Meksiko, Chile, Spanyol, dan Uruguay bersama-sama mengeluarkan pernyataan resmi penolakan tegas. Sebaliknya, Harrison dan Robertson (2026) mencatat bahwa Argentina dan Paraguay justru mendukung tindakan Washington, yang secara nyata memperlihatkan betapa tidak adanya kesatuan sikap di antara negara-negara Amerika Latin dalam merespons krisis ini.
International Crisis Group (2026) berargumen bahwa operasi ini sesungguhnya merupakan penegasan ulang Doktrin Monroe versi abad ke-21, di mana AS secara terbuka mengklaim hak eksklusifnya mendominasi Belahan Bumi Barat dan tidak lagi segan mewujudkan klaim tersebut melalui kekuatan militer langsung. Operation Absolute Resolve pada akhirnya bukan semata-mata persoalan Maduro atau Venezuela, melainkan cerminan nyata kecenderungan tatanan internasional kontemporer yang semakin menempatkan kekuatan militer sebagai instrumen utama diplomasi, sekaligus sinyal melemahnya komitmen terhadap hukum internasional dan nilai multilateralisme yang diperjuangkan bersama oleh seluruh negara (Schmitt et al., 2026).
Referensi
Freeman, W. (2026, January 6). The shock waves of Venezuela. Foreign Affairs. https://www.foreignaffairs.com/united-states/shock-waves-venezuela
Gedan, B. N. (2026, January 4). What will 'Operation Absolute Resolve' mean for Venezuela and Latin America? Stimson Center. https://www.stimson.org/2026/what-will-operation-absolute-resolve-mean-for-venezuela-and-latin-america/
Harrison, C., & Robertson, K. (2026, January 5). Reactions to the U.S. operation in Venezuela, from Latin America and beyond. Americas Society/Council of the Americas. https://www.as-coa.org/articles/reactions-us-operation-venezuela-latin-america-and-beyond
International Crisis Group. (2026, January 9). Venezuela after Maduro: Transaction or transition? https://www.crisisgroup.org/stm/latin-america-caribbean/venezuela-united-states/venezuela-after-maduro-transaction-or-transition
Martinez, L. (2026, January 4). 'What he ate': Inside the meticulously planned operation to capture Maduro. ABC News. https://abcnews.com/Politics/ate-inside-meticulously-planned-operation-capture-maduro/story?id=128871919
Mehta, A. (2026, January 3). 150 aircraft, cyber effects and 'overwhelming force:' How the Venezuela operation unfolded. Breaking Defense. https://breakingdefense.com/2026/01/venezuela-150-aircraft-cyber-effects-maduro-operation-how-it-happened-caine/
Nicholas, P., Tsirkin, J., Dixon, M., Alba, M., & Kube, C. (2026, January 4). A CIA team, steel doors and a fateful phone call: How the U.S. captured Maduro in Venezuela. NBC News. https://www.nbcnews.com/politics/donald-trump/us-venezuela-strike-nicolas-maduro-captured-how-timeline-trump-rcna252041
Schmitt, M., Goodman, R., & Bridgeman, T. (2026, January 5). International law and the U.S. military and law enforcement operations in Venezuela. Just Security. https://www.justsecurity.org/127981/international-law-venezuela-maduro/
Zoledziowski, A. (2026, January 3). World leaders react to U.S. capture of Venezuelan President Nicolás Maduro. CBC News. https://www.cbc.ca/news/world/u-s-venezuela-maduro-reactions-9.7032630








Comments